Pages

Friday, February 13, 2009

Pertamina Diminta Segera Evaluasi Harga Avtur

Departemen Perhubungan meminta penjelasan dari Pertamina terkait lebih mahalnya harga avtur di bandara nasional dibandingkan Singapura yang dipasok sepanjang 2008. Harga avtur di Singapura sendiri juga berlaku di wilayah Australia, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, dan Hong Kong.

Menurut data yang dirilis Departemen Perhubungan, perbedaan harga itu meliputi penerbangan domestik dan internasional. Disebutkan, untuk penerbangan domestik, harga jual avtur yang dipatok Pertamina lebih tinggi 28,13 persen dibandingkan Singapura. Sementara untuk penerbangan internasional, selisihnya mencapai 18,46 persen.

Ditemui usai menerima Tanda Kehormatan Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia, Jumat (13/2), Menhub Jusman mengatakan bahwa pihaknya telah mengirim surat resmi kepada Dirut Pertamina dan Menteri ESDM untuk meminta penjelasan mengenai hal tersebut.

”Surat jawabannya dari Dirut Pertamina (Karen Agustiawan) sudah kami terima,”ujar Menhub.

Menurut Menhub, ada sejumlah alasan yang dikemukakan Karen dalam suratnya perihal perbedaan harga tersebut. Salah satunya adalah karena volume permintaan avtur di Singapura lima kali lebih tinggi dibandingkan di Indonesia.

Tingginya volume itu, menurut Karen, membuat Singapura bisa menerima keuntungan lebih besar dari permintaan tersebut. Sementara permintaan di Indonesia yang hanya seperlimanya, memaksa Pertamina untuk tetap mematok harga lebih tinggi.

”Untuk itu, Dirut Pertamina juga menjelaskan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap naik-turunnya harga avtur itu seperti yang telah dijanjikan kepada INACA (Asosiasi Angkutan Udara Nasional) ,” lanjut Menhub.

Sejalan dengan upaya evaluasi tersebut, menurut Mehub, Pertamina juga berusaha untuk mengimbangi harga jual avtur dengan Singapura. Namun, perealisasiannya masih menunggu terbangunnya kilang baru di Balongan yang berjarak lebih dekat.

Terkait kondisi ini, Menhub mengharapkan keterlibatan pihak swasta untuk menciptakan sebuah kompetisi dalam penjualan avtur di bandara-bandara dalam negeri. Karena kompetisi tersebut berpotensi mendukung upaya pemerintah untuk memajukan dunia penerbangan nasional.

Bandara Juanda Surabaya, menurutnya akan menjadi bandara pertama yang akan melibatkan pihak swasta dalam pengadaan avtur tersebut. ”Untuk di kedua bandara tersebut, mungkin masih harus bekerja sama dengan Pertamina untuk infrastrukturnya. Kecuali kalau mau bangun sendiri. Nah, di Kualanamu mungkin bisa,” paparnya.

Harga avtur di Indonesia terus mengalami kenaikan sejak Januari 2008 hingga Agustus 2008. Pertamina baru menurunkan harga avtur sejak September 2008. Berbeda dengan Indonesia, maskapai negara lain menggunakan avtur dengan harga yang berfluktuasi langsung harga minyak dunia.

Rata-rata harga avtur di Indonesia periode Januari hingga Desember 2008 sebesar Rp9.699 per liter, atau mengalami kenaikan sekitar 47 persen dibandingkan rata-rata 2007. Nilai kurs dolar AS mengalami kenaikan sekitar 8 persen menjadi Rp9.749 dibandingkan dengan rata-rata di 2007.

Harga avtur di Indonesia sejak Januari 2007 hingga Desember 2008 lebih tinggi di bandingkan dengan harga avtur di Singapura, dengan rata-rata untuk penerbangan luar negeri lebih mahal sekitar USD 0,20 atau sekitar 31,77 persen dan untuk dalam negeri lebih tinggi sekitar USD 0,19 atau 30,03 persen. (roda kemudi)

Menhub Terima Tanda Kehormatan Bintang Legiun Veteran RI

Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menerima anugerah tanda kehormatan bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dari pengurus DPP LVRI di Jakarta, Jumat (13/2).

Ketua DPP LVRI Rais Abin mengatakan, pemberian tanda kehormatan itu dipandang perlu mengingat dedikasi yang telah diberikan Jusman sebagai Menhub kepada para veteran selama ini. ”Beliau sebagai Menhub telah menyumbangkan darma bhaktinya terhadap organisasi kami,” ujar Rais Abin usai acara.

Rais Abin menambahkan, LVRI menilai, darma bhakti yang disumbangkan Menhub tersebut melebihi tanggung jawab dan tugas yang diberikan kepadanya sebagai seorang menteri. Beberapa bentuk perhatian yang disebutkan Rais Abin itu antara lain rekomendasi pemberian potongan tarif pada sejumlah penyelenggara sarana transportasi, seperti PT Kereta Api, maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air.

”Simpati dan empati beliau terhadap para veteran begitu besar. Dan, kami sebagai orang tua memang sangat membutuhkan perhatian itu, terlepas dari apa pun bentuk perhatian itu sendiri. Jadi, bukan potongan tarifnya yang kita lihat, tetapi perhatiannya,” sambungnya.

Menhub Jusman sendiri menegaskan bahwa tanda kehormatan yang diterimanya tersebut bukanlah untuk dirinya, melainkan tanda jasa atas dedikasi yang diberikan seluruh jajaran Departemen Perhubungan dan masyarakat perhubungan. ”Ini salah satu bagian penting dalam upaya mengenang jasa para pahlawan. Terlepas dari diskon tarif, ini adalah bentuk respect kita terhadap perjuangan dan jasa-jasa para veteran,” kata Menhub.

Di sisi lain, imbuh Menhub, setiap undang-undang transportasi yang ada saat ini juga mendukung diimplementasikannya pemberian potongan harga kepada veteran. ”Dalam UU ada ketentuan-ketentuan yang memang mengatur hal tersebut,” pungkas Menhub. (roda kemudi)

Wednesday, February 11, 2009

No Speedboats Plying Sunda Strait Crossing

Merak Bakauheni Port Authority in Banten has temporarily banned express boats from serving the Bakauheni-Merak crossing due to bad weather in the Sunda Strait.

Merak harbormaster official H Warsito said Wednesday they had not allowed fast boats to go because the waves were still more than two meters high on the strait.

Warsito said that with current high seas, as well as strong winds and rains, fast boat trips were dangerous.

Passengers are left with no choice but to take ferries, which have been operated at fewer number than usual.

“The bad weather have forced us to only operate up to 20 ferries, from the normal numbers between 23 and 25,” he said as quoted by Antara.

The crossing trip takes three to four hours by ferry, compared to 45 minutes by speedboat.

Bad Weather to Continue until April

The current bad weather will continue until April, according to a forecast by a climate laboratory belonging to the State Aviation and Aeronautics Institute (LAPAN).

Thomas Djamaluddin, head of atmosphere and climate science at the center, put the current poor weather, including torrential rain and storms, down to the El Nino, a global weather phenomenon associated with natural disasters.

Thomas said the rainfall in February would be higher than in last month, and that the worst weather would hit coastal areas.

"Beach areas will suffer the worst weather and high tides," he said.

He warned residents and sea transportation of possible high seas during full moons on Feb. 9 and Feb. 25.

Thomas said heavy rain would fall across the country, especially in western parts of Indonesia, including Sumatra and Java. (the jakarta post)

Banjir, Maskapai Penerbangan dan Kereta Api Rugi Besar

Penutupan Bandara Ahmad Yani Semarang dan kerusakan rel kereta akibat banjir yang melanda sebagian wilayah Jawa Tengah, Minggu lalu, berdampak besar pada sektor transportasi. Sejumlah maskapai penerbangan dan kereta api mengalami kerugian besar. Sebab, banjir memaksa pelaku usaha transportasi menghentikan total armadanya.

Maskapai penerbangan Mandala Airlines mengaku membukukan kerugian cukup besar selama penutupan Bandara Ahmad Yani. Head of Corporate Communication Trisia Megawati mengungkapkan hal tersebut. "Yang jelas kami mengalami kerugian cukup besar," ungkap Trisia.

Trisia menambahkan, untuk rute Jakarta-Semarang, pihaknya mengoperasikan pesawat Airbus 320 atau Airbus 319 dengan kapasitas 180 kursi. "Potensi kehilangan penumpang adalah 1.440 orang per hari dengan asumsi empat kali pulang pergi tiap harinya," kata Trisia.

Selain itu, Semarang merupakan salah penyumbang terbesar jumlah penumpang Mandala, yakni 20 persen. Kerugian lainnya, menurut Trisia, adanya efek domino dari penutupan Bandara Ahmad Yani berupa keterlambatan penerbangan di bandara lainnya yang terhubung langsung dengan rute ke Semarang seperti Jakarta-Balikpapan, Jakarta-Denpasar dan Jakarta-Padang.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Umum Lion Air Edward Sirait. Edward mengaku, pihaknya mengalami kerugian yang tidak sedikit. Menurut Edward, setiap hari Lion Air melayani empat jadwal pemberangkatan, yakni Jakarta menuju Semarang dan sebaliknya, dengan 200 penumpang setiap keberangkatan. "Sebagian di antara mereka membatalkan penerbangan hari ini dan mengalihkan jadwal, jelas kalau dikatakan rugi, kami rugi," ujar Edward.

Kepala Humas PT Kereta Api (KA) Adi Suryatmini juga mengungkapkan hal serupa. Banjir besar mengakibatkan rusaknya rel kereta api dari Jakarta-Semarang-Surabaya. Begitu juga sebaliknya. Akibatnya, kereta Rajawali jurusan Semarang-Surabaya dan kereta Banyu Biru jurusan Semarang-Solo-Sragen hingga kemarin terhenti. "Kami mengalihkan alur kereta ke jalur selatan," ungkap Suryatmini.

Kerusakan rel KA tepatnya terjadi di sekitar kawasan Kaliwungu dan Kalibodri, berupa bantalan pelindung rel kereta yang tergerus. Suryatmini menerangkan, dana perbaikan diambil dari biaya perawatan rutin. "Biaya perawatan rutin adalah 15 persen hingga 20 persen dari total operasional," ungkap Suryatmini. (kompas)

Monday, February 9, 2009

Mandala Pastikan Ekspansi ke KTI Tahun ini

Mandala Airlines memokuskan penetrasi rute ke kawasan Indonesia timur pada tahun ini. Pesawat jenis Airbus A320 dan A319 dijadikan maskapai tersebut untuk mendukung aksinya.

Bos Mandala, Warwick Brady, mengatakan rute yang bakal dibidik perusahaannya antara lain Makassar, Manado, Ambon dan Sorong (Papua).

"Pada 2009 kami fokus ke wilayah timur," katanya sebelum MoU antara Mandala dan Bank Mega, hari ini.

Melalui penetrasi pasar ke kawasan timur Indonesia itu, Brady menargetkan Mandala mampu mengangkut penumpang sebanyak 6 juta hingga 7 juta orang selama 2009.

Dia menambahkan, selama 2008 Mandala berhasil mengangkut penumpang sebanyak 4 juta hingga 5 juta orang. "Selama 2009, kami akan mengoperasikan 20 pesawat A320 dan A319," tambahnya.

Saat ini Mandala mengoperasikan sedikitnya 15 pesawat untuk melayani puluhan kota di Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali. Mandala yang sahamnya kini dikuasai Indigo Partner secara keseluruhan telah memesan 300 unit pesawat A320.

"Porsi Mandala 30 unit pesawat A320," jelas Brady, seraa mengatakan bahwa setiap bulan Mandala mampu menjual 500.000 hingga 600.000 kursi. (roda kemudi)