Pages

Showing posts with label Grand Design Soekarno-Hatta. Show all posts
Showing posts with label Grand Design Soekarno-Hatta. Show all posts

Thursday, December 19, 2013

Jalur M1 Bandara Soetta Ditutup Mulai 26 Desember

Terhitung mulai Kamis, 26 Desember 2013, akses masuk dan keluar Bandara Soekarno-Hatta melalui jalur M1 atau gerbang belakang bandara resmi ditutup. Arus kendaraan dari dan menuju bandara yang biasa melalui jalur itu pun dialihkan melalui jalur pengalihan yang telah disediakan.

Kebijakan ini merupakan hasil keputusan rapat Badan Koordinasi Lalu Lintas yang melibatkan Otoritas Bandara Wilayah I Jakarta, PT Angkasa Pura II (Persero), Kepolisian, serta Dinas Perhubungan baik di tingkat Provinsi Banten maupun Kota dan Kabupaten Tangerang, termasuk instansi terkait lainnya.

Dengan adanya keputusan tersebut, masyarakat Tangerang pun tidak lagi dapat mengakses jalur yang selama ini menjadi jalur favorit untuk menuju Jakarta tersebut. Seluruh kendaraan menuju Bandara dialihkan melewati Jl. Surya Darma lanjut ke Jl. Perimeter Selatan, kemudian melintasi Jl. Husein Sastra dan masuk melalui Jl. P1 Bandara. Sebaliknya, dari Bandara menuju Tangerang, pengguna jasa bandara diarahkan mengakses Jl. P2 Bandara menuju Jl. Perimeter Utara dan lanjut ke Jl. Surya Darma.

 Diketahui, pengalihan ini dilakukan sehubungan akan dimulainya pembangunan rel dan stasiun Kereta Api Khusus Bandara Soekarno-Hatta oleh PT Kereta Api Indonesia dan PT Angkasa Pura II. KA Bandara merupakan salah satu fasilitas baru yang akan disediakan PT Angkasa Pura II dan menjadi bagian dari program pengembangan kapasitas Bandara Soekarno-Hatta yang tengah berjalan saat ini. KA Bandara ke depan diharapkan menjadi solusi paling ampuh untuk menyingkat waktu tempuh dari Jakarta menuju bandara maupun sebaliknya.

 Dengan ketepatan waktu dan kepastian jadwal yang dimiliki, KA Bandara Soekarno-Hatta diprediksi akan menjadi transportasi lanjutan yang dapat diandalkan masyarakat pengguna jasa bandara. Saat ini, KA Bandara telah dioperasikan sebagai transportasi penghubung utama Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara. (roda kemudi)

Rute Pengalihan Arus Lalu Lintas Bandara Soekarno - Hatta (sumber: PT Angkasa Pura II)

Friday, September 21, 2012

Dukung Pengembangan Bandara Soekarno Hatta, Jokowi Siap Ubah Regulasi di DKI


Calon Gubernur DKI Jakarta terpilih, Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa dirinya sangat mendukung program pengembangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang kini tengah dijalankan PT Angkasa Pura II (Persero). Bahkan, dirinya siap untuk mengubah regulasi yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta guna mendukung kelancaran pembangunan bandara terbesar di Indonesia tersebut.

Jokowi usai Shalat Jumat di Masjid Bandara Soekarno-Hatta
Pernyataan tersebut dilontarkan Jokowi seusai melaksanakan ibadah Sholat Jumat di Masjid Nurul Barkah, Bandara Soekarno-Hatta, Jumat, 21 September 2012. Hari itu, Jokowi yang masih tercatat sebagai Walikota Surakarta dijadwalkan terbang ke Solo untuk menghadiri sidang paripurna di Gedung DPRD Surakarta, Solo. ”Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta Ini bagus. Saya tidak hanya mendukung secara penuh, tetapi sangat penuh. Pemerintah DKI harus mem-back up, yaitu dengan membangun aksesibilitas kereta api bandara dari Stasiun Kota ke sini (Bandara),” jelasnya.

Jokowi menilai, kereta api merupakan moda transportasi yang paling tepat untuk mendukung aksesibilitas dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Hal tersebut mengingat kapasitas angkut kereta api yang jauh lebih massif dibandingkan moda transportasi lainnya. Kereta api bandara itu sendiri, menurutnya, harus terintegrasi dengan seluruh moda darat yang ada di ibu kota. ”Harus terintegrasi dengan semua moda. Kalau perlu ada regulasi yang harus diubah, ya diubah. Memang harus begitu,” tegasnya.

PT Angkasa Pura II (Persero) telah memulai program pengembangan Bandara Soekarno-Hatta menjadi sebuah kawasan ”Aerotropolis”. Proses ground breaking sebagai tanda dimulainya pekerjaan fisik proyek tersebut dilakukan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis, 2 Agustus 2012. Upaya untuk meningkatkan kapasitas bandara Soekarno-Hatta menjadi 62 juta pergerakan per tahun tersebut ditargetkan dapat terealisasi pada akhir 2014.

Pengembangan Bandara Soekarno-Hatta merupakan jawaban dari isu keterbatasan kapasitas yang terjadi. Dengan daya tampung sebesar 22 juta pergerakan penumpang per tahun, Bandara Soekarno-Hatta melayani 51,5 juta pergerakan pada tahun 2011. Besarnya angka pergerakan penumpang tersebut menempatkan Bandara Soekarno-Hatta pada peringkat ke-12 dalam daftar bandara tersibuk di dunia.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko menegaskan, pengembangan terhadap Bandara Soekarno-Hatta menjadi bandara internasional berkelas dunia yang dibanggakan tidak hanya menjadi cita-cita Angkasa Pura II, melainkan pula harapan seluruh masyarakat dan Bangsa Indonesia. ”Butuh dukungan semua pihak untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan semua masyarakat dan bangsa Indonesia. Dengan pengembangan ini, kami berharap Bandara Soekarno-Hatta dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sesuai Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI),” ungkapnya. (roda kemudi)