Pages

Thursday, November 20, 2008

Kereta Anjlok Lagi di Cilacap

Kereta api seperti enggan untuk berhenti menjadi fokus perhatian. Entah untuk kali ke berapa, transportasi paling massal yang terus disuapi dana oleh pemerintah ini kembali mengalami insiden.

Kamis (20/11), Sekitar pukul 13.35 WIB, Kereta Api Lodaya jurusan Solo-Bandung anjlok di Jeruk Legi, Cilacap, Jawa Tengah. Hingga matahari bergeser di ufuk barat, proses evakuasi masih terus dilakukan.

Humas Daerah Operasi V Purwokerto, Ahmad Facham mengatakan petugas sedang melakukan upaya pengangkatan gerbong. ”Diperkirakan gerbong sudah dievakuasi pukul 20.00 WIB,” katanya ketika dihubungi, Kamis 20 November 2008.

Sejumlah penumpang dievakusi menuju stasiun Jeruk Legi untuk meneruskan perjalanan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Namun, peristiwa anjloknya kereta mengacaukan jadwal. Sejumlah kereta jalur selatan mengalami keterlambatan.

Kereta dari arah Solo dan Yogyakarta tertahan di Stasiun Kroya dan Stasiun Maos, yang keduanya berada di wilayah Kabupaten Cilacap. Sedangkan kereta dari arah Bandung tertahan di Stasiun Sidareja.

Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab anjloknya kereta. Namun diduga kuat penyebabnya karena kondisi jalur yang sudah rusak. (source: vivanews)

Lion Air pesan 20 pesawat layani rute perintis

Maskapai penerbangan Lion Air memesan sedikitnya 20 pesawat jenis ATR yang akan dipakai melayani rute perintis di sejumlah kota di pelosok Indonesia.

Memorandum of Understanding (MoU) pemesanan 20 unit pesawat itu dilakukan pada hari ini bersamaan dengan pembukaan event pameran IndoDefence dan IndoAerospace 2008 di Bandara Halim Perdanakusuma yang dibuka Wapres Jusuf Kalla.

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Dirut Lion Rusdi Kirana dan CEO ATR Stephane Mayer di Hall C Pameran IndoDefence dan IndoAerospace 2008 tersebut.

Rusdi mengatakan pesanan ATR ini meliputi 10 unit yang dalam status dipesan dengan opsi tambahan 10 unit.

"Pesawat ATR ini akan dipakai untuk melayani sejumlah rute perintis seperti ke Nias, Luwuk dan daerah terpencil di Papua," ujar Rusdi.

Dalam mengoperasikan pesawat ATR tersebut, kata Rusdi, akan dilakukan oleh Wing Air, anak perusahaan Lion Air. Lion sebelumnya sudah memesan sedikitnya 178 pesawat Boeing 737-900ER.

Menurut Rusdi, rute perintis yang pasarnya masih terbuka lebar sangat prospektif untuk diterbangi, apalagi bila dijadikan sebagai rute pengumpan untuk penerbangan Lion di jalur yang terhitung padat. (bisnis indonesia)

Wednesday, November 19, 2008

Cina Incar Penerbangan dan KA Indonesia

Cina menargetkan dapat meningkatkan neraca perdagangan dengan Indonesia hingga US$ 30 miliar pada 2010. Sektor transportasi merupakan salah satu fokus bisnis yang diincar pemerintah Negeri Tirai Bambu itu.

"Cina berminat untuk investasi di bidang penerbangan dan infrastruktur kereta api," terang Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, usai menerima Duta Besar Cina untuk Indonesia, Zhang Qiyue, di kantornya, Rabu (19/11). Zhang Qiyue sendiri baru tiga bulan menjadi utusan negaranya di Indonesia.

Menhub menerangkan, salah satu alasan Cina menanamkan investasinya di Indonesia adalah untuk mengganti pasar Amerika yang mulai tertutup akibat krisis global. "Arus keluar masuk barang kini lebih ditingkatkan ke kawasan Asia," jelasnya.

Upaya membuka diri untuk bekerja sama dengan Cina tersebut, lanjut Menhub, sesuai dengan pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada dirinya selaku Menhub dalam rangka merespons perjanjian multilateral yang dibangun antara Indonesia dengan Asean dan bilateral dengan Cina.

Untuk sektor kereta api, lanjut Menhub, Cina melihat ada potensi keuntungan besar dalam pengoperasian kereta api, khususnya di wilayah Jawa. Terlebih, Cina juga melihat investasi pada sektor ini tidak terganjal masalah pembebasan tanah seperti layaknya berinvestasi untuk jalan tol.

"Saya katakan, kalau mau investasi tidak harus di Jawa. Mereka saya tawarkan untuk investasi pembangunan infrastruktur kereta api batu bara, karena Cina memiliki teknologinya. Tetapi tampaknya, mereka lebih tertarik untuk mengembangkan infrastruktur di Jawa," jelas Menhub.

Sementara untuk moda udara, Cina menawarkan diri untuk membuka rute penerbangan langsung (direct flight) Beijing-Jakarta dan Jakarta-Denpasar. Alasan Zhang Qiyue, kata Menhub, untuk meningkatkan frekuensi pelayanan terhadap turis asal negaranya ke Indonesia.

Menhub mengaku menawarkan tiga usulan bentuk kerja sama di bidang penrebangan kepada dubes wanita tersebut. Yaitu melakukan aliansi strategis seperti yang dilakukan Singapura dan Thailand; membuat subsidary seperti yang dilakukan Malaysia melalui AirAsia dengan syarat komposisi 51 sahamnya dikuasai pengusaha dalam negeri; serta kerja sama berlandaskan azas resiprokal.

"Saya jawab, untuk rute Beijing-Jakarta bisa saja dilakukan asal sesuai ketentuan azas resiprokal, yaitu menggunakan flag carrier. Atau, bisa pula menggunakan multidesignated airlines tetapi dengan syarat tertentu, misalnya kerjasamanya dalam bentuk code sharing antara maskapai mereka dengan maskapai kita," papar Menhub.

Sementara untuk menyikapi permintaan pembukaan rute domestik Jakarta-Denpasar, Menhub menawarkan Cina untuk meniru tindakan Malaysia yang membuka Indonesia AirAsia. "Kita belum bisa kasih mereka untuk menerbangi rute domestik secara langsung. Kalau mereka mau, mereka bisa meniru Malaysia. Namanya, terserah mereka nantinya. Tetapi yang terpenting, saham mayoritas tidak dipegang mereka," jelas Menhub. (roda-kemudi)

China Alihkan Bantuan Dana untuk KA

Pemerintah China menyetujui pengalihan dana pinjaman senilai US$200 juta guna pembelian rel sepanjang 1.000 km dan 500 set wesel kereta api. Dana tersebut semula dialokasikan untuk pembangunan jalur Cirebon-Kroya. Wesel adalah satu set peralatan di persimpangan jalur kereta api, terdiri dari segitiga dan lidah wesel yang berfungsi untuk memindahkan jalur kereta.

Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengatakan sudah ada persetujuan untuk mengalihkan dana pinjaman tersebut. Dananya akan digunakan untuk membeli rel kereta api. “Beberapa negara di Asia seperti Korea dan China memang tertarik masuk memperbaiki sarana dan pra sarana di kereta api, khususnya di Pulau Jawa karena tidak perlu lagi melakukan pembebasan lahan,” ujarnya, Rabu (19/11).

Mulai akhir tahun ini, kata Menhub, Ditjen Perkeretaapian Dephub mulai mengganti turn out atau wesel di seluruh jalur kereta api secara bertahap. Sejak 1940, belum pernah ada pergantian wesel di sepanjang 6.700 km jalur kereta api.

Pemerintah telah memesan 50 set wesel dari China untuk dipasang pada jalur ganda (double track) Cirebon-Kroya dan Tegal-Pekalongan sebelum akhir 2008. Pengadaan sisa kebutuhan wesel dan rel dilakukan tahun depan, dengan adanya pengalihan dana ini.

Harga wesel tahun ini cukup mahal, sekitar Rp800 juta per set, sehingga pemesanan 50 set peralatan itu membutuhkan dana Rp36 miliar. Ssia pemakaian komponen ini rata-rata sekitar 50 tahun, bergantung pada frekuensi pemakaiannya.

Jusman mengatakan dirinya sudah meminta adanya penurunan harga rel dan komponen lain tahun depan, karena harga besi saat ini terus turun. Data Ditjen Perkeretaapian menyebutkan harga rel saat ini dikisaran Rp1,6 miliar per km. Sejak 2007, pemerintah telah mengganti sekitar 70% dari 4.600 km jalur KA yang masih aktif.

Rute Baru


Ditemui terpisah, Dirjen Perkeretaapian Dephub Wendy Aritenang mengatakan PT Kereta Api (KA) memerlukan minimal 150 orang sumber daya manusia (SDM) untuk operasional jalur Bogor-Sukabumi yang akan di buka sebelum akhir tahun ini.

“Jumlah perlintasan di jalur tersebut cukup banyak, padahal satu perlintasan diperlukan pegawai setidaknya tiga orang,” ujarnya kepada Bisnis.

Wendy menjelaskan rencana membuka kembali rute Bogor-Sukabumi-Cianjur belum terealisasi tahun ini. Rute dari Sukabumi-Cianjur masih parah, beberapa lokasi terputus karena longsong, akibat tanah bergerak, sehingga memerlukan waktu perbaikan.

Khusus untuk pengoperasian KA di Aceh, pemerintah sedang mengecek kesiapan di lapangan. Kebutuhan SDM sekitar 50 orang untuk operasional jalur sepanjang 25 km. PT Ka dikabarkan telah mempersiapkan rute ini sejak dua bulan lalu.

Direktur Keuangan PT KA Ahmad Kuntjoro Hadiwidjoyo mengatakan PT KA dipastikan menerima dana layanan publi (public service obligation/PSO) sebesar Rp635 miliar untuk 2009.

“Dana Pso tersebut belum termasuk perhitungan dari operasional jalur Bogor-Sukabumi dan KA di Aceh,” ujarnya.

Wendy menegaskan pemerintah melakukan evaluasi dana PSO setiap triwulan sekali. “Belum tentu itu kurang, siapa tahu ternyata hasil rute lain tidak sesuai dengan perkiraan awal sehingga tidak perlu tambahan PSO.” (bisnis indonesia)

Menhub: Stop Permasalahkan THC

Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal meminta pelaku usaha pelayaran berhenti mempermasalahkan terminal handling charge (THC). Alasannya, ketentuan baru tentang THC yang dibuatnya itu dalam rangka menciptakan transparansi.

”Mengapa kami menurunkan surcharge? Karena dia tidak ada stuktur biaya yang jelas. Seharusnya dikasih nol. Tapi kalau saya kasih segitu, nanti pada kaget. Jadi, saya turunkan biaya tambahan sebesar 50 persen menjadi US$12 untuk peti kemas 20 kaki dari sebelumnya US$25,” papar Menhub dalam acara makan siang bersama wartawan di ruang kerjanya, Rabu (19/11).

Keputusan tidak menaikkan tarif THC namun menurunkan biaya tambahan, lanjut Menhub, dinilai sebagai tindakan adil. Menurutnya, upaya itu juga sesuai dengan pembicaraan dengan pelaku usaha pelayaran dan pengguna jasa pelayaran. ”Kalau surcharge ditarik tapi struktur biayanya tidak ada, itu namanya tidak fair dong,” tegasnya.

THC Di Indonesia terdiri dari biaya pelayanan peti kemas atau container handling charge (CHC) dan biaya tambahan. Menurut Menhub, para agen pelayaran meminta pemerintah tidak mencampuri mekanisme pasar terkait masalah penetapan surcharge meskipun tidak ada struktur biaya yang jelas di dalamnya.

“Selama surcharge tidak memiliki struktur biaya, itu namanya ’charge yang syur’, enak. Ini tidak boleh. Harus jelas apa struktur biayanya. Kalau tidak puas, pendapatan berkurang akibat penetapan US$12, silahkan masukkan ke ocean freight. Ocean freight ini yang diatur oleh mekanisme pasar,” ujarnya.

Namun, meski diatur mekanisme pasar, kata Menhub, Ocean freight tetap memiliki struktur biaya yang jelas sebagaimana ditetapkan aturan pelayaran internasional.

Menhub telah menetapkan THC peti kemas 20 kaki dengan kondisi full container load (FCL) sebesar US$95 per boks dengan rincian CHC US$83 dan surcharge US$12. Selain itu, THC peti kemas 40 kaki ditetapkan US$145 per boks yang terdiri dari CHC US$124 ditambah surcharge US$21. Keputusan ini berlaku mulai 1 November 2008.

Sebelumnya, THC yang dibebankan pelayaran kepada pemilik barang mencapai US$117 untuk peti kemas 20 kaki, yang terdiri dari CHC US$83, PPN US$8,3, dan surcharge US$ 25. THC untuk peti kemas 40 kaki dikenakan US$177 dengan rincian CHC US$124,5, PPN US$12,4, dan surcharge US$40.

Ditambahkan Menhub, besaran THC di Pelabuhan Tanjung Priok tidak akan dijadikan sebagai patokan THC di pelabuhan lain di Indonesia. ”Setiap pelabuhan THC-nya akan berbeda. Tapi intinya, itu akan didasari oleh seberapa besar pelayanan yang bisa diberikan kepada para pengguna jasa,” ujarnya.

Di terminal peti kemas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, misalnya, struktur biaya THC jauh lebih detail dari pada di Tanjung Priok. Besaran THC tiap peti kemas di sana bisa berbeda-beda, meskipun kapasitas boks kontainer yang digunakan sama. Besaran harga itu didasari pada jenis boks kontainer yang digunakan. ”Misalnya, untuk kontainer refrigerator, THC-nya berbeda dengan THC kontainer standar, meskipun sama-sama ukuran 20 feet,” papar Menhub.

PPN di pelayaran
Menhub juga menjelaskan masalah keluhan penarikan pajak pertambahan nilai (PPN) di Indonesia, yang dibebankan kepada pelaku usaha pelayaran. Padahal, selama ini, dunia internasional tidak pernah menarik pajak dari usaha pelayaran. ”Selama pelaku usaha memang benar membayar pajak, fakturnya jelas, pastinya kan di bayar kembali oleh penggunanya,” pungkasnya. (roda-kemudi)