Pages

Tuesday, December 21, 2010

Jelang Natal & Tahun Baru, Penumpang Soekarno - Hatta Diprediksi Naik 15 Persen

Terhitung mulai hari ini, 22 Desember 2010 hingga 04 Januari 2011 mendatang, PT Angkasa Pura II (Persero) membuka Posko Angkutan Natal 2010 dan Tahun Baru 2011 di Bandara Soekarno-Hatta (BSH), Cengkareng, Banten.  Direktur Utama PT AP II Tri S Sunoko mengatakan, langkah ini menjadi salah satu upaya perusahaan dalam menciptakan dan meningkatkan pelayanan bagi  masyarakat pengguna jasa bandara agar dapat melaksanakan penerbangan menuju  kampung halaman maupun tempat-tempat wisata dengan tertib, aman, nyaman dan lancar.

Bandara Soekarno - Hatta, Cengkareng
”Sebagaimana komitmen kami, perusahaan akan selalu mengupayakan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh pelanggan, terlebih di masa-masa khusus seperti momentum Natal dan Tahun Baru seperti sekarang ini, yang diprediksi akan mengalami peningkatan pergerakan penumpang hingga 15 persen dibandingkan hari-hari normal yang mencapai rata-rata 124.000 penumpang per hari,” jelasnya.

Wednesday, December 1, 2010

AP II Kucurkan Rp 9,5 Miliar Dana Kemitraan

PT Angkasa Pura II (Persero) kucurkan dana kemitraan sebesar Rp 9,5 miliar kepada enam mitra bianannya di Jakarta, Rabu (1/12). Direktur Keuangan PT AP II Laurensius Manurung mengatakan hal ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan sebagai Badan Usaha Milik Negara kepada lingkungan yang berada di wilayah kerja perseroan.

”Keenam mitra ini adalah Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD) yang menjadi mitra binaan perseroan untuk program tahun 2010,” jelas Manurung.

Dia menjelaskan, penyaluran dana ini merupakan tindak lanjut perjanjian kerjasama perseroan dengan PT Bahana Artha Ventura yang telah dibangun pada 2009. Di mana pada masa itu, PT AP II menyalurkan total dana sebesar Rp 5 miliar. Sebesar Rp 2 miliar disalurkan perusahaan melalui PMVD Jabar, sedangkan Rp 3 miliar sisanya dan melalui PMVD.

”Untuk tahun ini, ada enam mitra yang kami berikan bantuan, dengan total dana sebesar Rp 9,5 miliar yang penyalurannya di bawah koordinasi PT Bahana Artha Ventura,” imbuh Manurung.

Keenam PMVD itu adalah PT Sarana Sumut Ventura yang mendapatkan dana sebesar Rp 2 miliar, PT Sarana Sumsel Ventura (Rp 1 miliar), PT  Sarana Lampung Ventura (Rp 1 miliar), PT Sarana Jambi Ventura (Rp 2 miliar), PT Sarana Kalbar Ventura (Rp 2 miliar), dan PT Sarana Jabar Ventura sebesar (Rp 1,5 miliar).

Manurung menjelaskan, perseroan cukup ketat dalam memproses pemilihan calon mitra binaan. Hal tersebut agar perseroan mendapatkan mitra yang benar-benar tepat dan layak dengan menaati proses collecting dan reporting  agar  ditaati sehingga tepat waktu maupun tepat jumlah.

Sejak 1991 hingga November 2010, PT AP II telah menyerahkan bantuan kepada sedikitnya 12.909 mitra binaan, dengan total dana yang disalurkan senilai  Rp. 174 miliar. Sementara dari Program Bina Lingkungan yang dilakukan sejak 2002 sampai dengan November 2010, perseroan telah mengucurkan dana senilai Rp. 44 miliar yang diperuntukkan bagi kegiatan sosial.

”Antara lain untuk penanganan korban bencana alam, pendidikan dan pelatihan, pengembangan sarana dan prasarana umum, sarana ibadah, peningkatan kesehatan, hingga pelestarian alam,” ujarnya. Dalam waktu dekat ini, lanjutnya, AP II telah memprogramkan pengadaan 12.000 pohon buah di Kota dan Kabupaten Tangerang, 2 unit ambulance di Medan, pembangunan paviliun Soka RSUD Tangerang dan pengembangan sarana umum lain. (roda kemudi)

Sunday, November 7, 2010

Menhub: Debu Vulkanik Tidak Sampai ke Jakarta, Soekarno-Hatta Aman

Freddy Numberi
Sejumlah maskapai penerbangan asing menunda jadwal penerbangan ke Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, menyusul erupsi Gunung Merapi yang terjadi Sabtu (6/11) kemarin. Mereka beralasan, debu vulkanik telah sampai ke Bandara Soekarno Hatta. Namun, Menteri Perhubungan Freddy Numberi menegaskan bahwa bandara internasional itu hingga saat ini masih dalam status aman dan belum tersentuh debu vulkanik.

”Saya klarifikasi Jakarta itu tidak terkena dampak (debu vulkanik) sampai dengan saat ini," jelas Menhub Freddy dalam jumpa pers seusai rapat koordinasi penanggulangan bencana yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung Agung, Jogjakarta, Sabtu malam.

Menhub menyebutkan, beberapa maskapai asing yang membatalkan penerbangan ke Jakarta sebagai imbas negatif dari Notice to Airman (NOTAM) yang dikeluarkan pihak maskapai penerbangan Australia. Padahal peringatan ini tidak benar dan membuat maskapai lain khawatir.

"Ada beberapa internasional flight yang tidak terbang ke indonesia. Ini akibat, peristiwa kemarin di Batam. Kemudian, pihak Australia  mengeluarkan notice to airman yang sekaligus dikaitkan dengan pergerakan vulkanik." terang Menhub.

Menurut Menhub, pihaknya menjelaskan hal ini berdasarkan data yang akurat dari BMKG. "Kita selalu kerjasama dengan pihak BMKG, dan badan vulkanologi dari kementerian ESDM, Kita monitor betul pergerakan daripada awan panas itu. Dan tidak mengarah ke Jakarta," paparnya.

Menhub juga meyakinkan masyarakat bahwa kondisi bandara Soekarno-Hatta saat ini tetap berada dalam situasi yang kondusif. Dia memberi bukti, penerbangan maskapai Garuda yang tetap lancar menuju Jepang dan Dubai.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti menambahkan, sampai Sabtu malam, berdasarkan berbagai data yang masuk mengenai arah angin dan sebagainya, wilayah udara di atas Jakarta masih aman untuk diterbangi.

"Kita tidak pernah memberlakukan larangan terbang. Hari ini kita sudah klarifikasi semua, malah Menteri Transportasi sendiri sudah memberikan klarifikasi bahwa sampai saat ini Sukarno Hatta aman untuk penerbangan," jelasnya.

Terkait keputusan beberapa maskapai penerbangan membatalkan penerbangan, menurutnya maskapai mengambil keputusan itu berdasarkan notice yang dikeluarkan pihak otorita penerbangan Australia mengenai debu Merapi.  "Itu karena ada informasi dari Australia yang mengeluarkan Ashtam (peringatan kepada airlines soal debu vulkanik). Jadi, pemerintah Australia mengeluarkan peringatan bahwa debu vulkanik yang dari Gunung Merapi itu sudah ke arah Barat dan sudah mendekati Jakarta. Itulah dasar para airlines untuk memutuskan membatalkan penerbangan," jelasnya.

Klarifikasi Data

Dirjen Herry menegaskan, pihaknya sudah memberikan klarifikasi kepada berbagai maskapai penerbangan bahwa pihak Indonesia juga menerima informasi dari Australia tersebut namun data itu digabungkan dengan informasi Badan Metereologi dan Pusat Vulkanologi yang melihat arah angin yang membawa debu vulkanik tersebut.

"Dari data yang kita punya, arah angin memang ke Barat tetapi kemudian lari ke arah Selatan, ke lautan India. Jadi pada saat ini belum menganggu penerbangan. Makanya penerbangan domestik seperti Garuda tetap beroperasi. Keadaan masih aman. Indonesia masih menjamin itu," tegas dia.

Kendati demikian, otoritas penerbangan Indonesia akan tetap memantau dengan memakai seluruh data dari BKMG dan Pusat Vulkanologi serta juga dari otorita Australia. ”Sejauh ini otorita perhubungan udara Indonesia baru menutup dua bandara yaitu bandara Adisutjipto di Yogyakarta dan bandara Adisumarmo di Solo,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Maskapai penerbangan asing menunda jadwal penerbangan ke Jakarta, Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh isu bahwa abu vulkanik Gunung Merapi telah mencapai Jakarta

Manajemen PT Angkasa Pura II melalui siaran persnya Sabtu malam menjelaskan, tercatat sebanyak 13 maskapai asing yang menunda  sementara penerbangannya dari dan menuju Soekarno-Hatta sepanjang Sabtu mulai pukul 17.30 WIB hingga 23.15 WIB. Mereka antara lain  Malaysia airlines, Japan airlines, China Southern, Singapura Airlines , Value Air, Turkey Airline, KLM, Lufthansa, Emirates Air, Tiger Airways, Eva airlines, Ethihad, AirAsia.

”Sementara maskapai domestik yang juga menunda jadwal penerbangannya dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta, tetapi itu untuk rute Jogjakarta – Jakarta maupun sebaliknya,” jelas Coorporate Secretary PT AP II Hari Cahyono dalam siaran persnya. Maskapai itu adalah , Garuda Indonesia, Lion Air, Batavia Air, Sriwijaya Airlines, Indonesia AirAsia, Mandala Airlines.

”Untuk jadwal penerbangan Minggu, 7 Nopember 2010, perlu kami sampaikan bahwa maskapai Indonesia AirAsia telah memutuskan untuk meniadakan penerbangan untuk rute Bandung – Medan – Kuala Lumpur dan Kuala Lumpur – Medan – Bandung,” pungkas Hari. (roda kemudi)

Saturday, November 6, 2010

Soekarno-Hatta Aman, Maskapai Asing Stop Penerbangan

Terkait penundaan rencana penerbangan yang dilakukan sejumlah maskapai luar negeri ke Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Sabtu, 6 Nopember 2010, status Bandara Soekarno – Hatta masih dibuka dan aman untuk didarati. Demikian disampaikan PT Angkasa Pura II melalui coorporate secretary, Hari Cahyono.

Dijelaskan Hari, adapun penundaan jadwal penerbangan yang dilakukan maskapai luar negeri tersebut dilakukan atas inisiatif makapai yang bersangkutan. ”Berdasarkan penjelasan pihak maskapai yang kami terima, penundaan itu dilakukan karena alasan keselamatan (safety) menyusul aktivitas Gunung Merapi di Jawa Tengah. Sementara kami selaku otoritas bandara telah memberikan informasi bahwa Bandara Soekarno – Hatta masih aman untuk didarati dan belum terpengaruh dampak erupsi Gunung Merapi. Apa yang kami sampaikan tersebut sebagaimana disebutkan dalam NOTAM (Notice To Air Man) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan selaku otoritas penerbangan nasional bahwa jalur udara utara dan barat aman untuk diterbangi,” paparnya.

Dia menambahkan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan selaku otoritas penerbangan nasional yang selalu menjadi acuan perusahaannya dalam mengoperasikan bandara, belum mengeluarkan pernyataan bahwa jalur penerbangan udara dari luar negeri menuju Jakarta maupun sebaliknya, dari Jakarta menuju luar negeri melalui Bandara Soekarno—Hatta telah terpengaruh oleh sebaran abu vulkanik Gunung Merapi.

Berikut maskapai luar negeri yang telah mengkoonfirmasikan untuk menunda sementara penerbangannya dari dan menuju Bandara Soekarno—Hatta  (datang/pergi) mulai pukul 17.30 – 23.15 WIB:

1. Malaysia airlines        : 6 penerbangan
2. Japan airlines             : 2 penerbangan
3. China Southern          : 1 penerbangan
4. Singapura Airlines      : 6 penerbangan
5. Value Air                   : 4 penerbangan
6. Turkey Airline            : 2 penerbangan
7. KLM                         : 2 penerbangan
8. Lufthansa                   : 2 penerbangan
9. Emirates Air               : 4 penerbangan
10. Tiger Airways           : 2 penerbangan
11.Eva airlines                : 2 penerbangan
12. Ethihad                     : 2 penerbangan
13. AirAsia                     : 13 penerbangan


Sementara maskapai domestik yang juga menunda jadwal penerbangannya dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk rute Jogjakarta – Jakarta maupun sebaliknya pada hari ini adalah:

1. Garuda Indonesia         : 11 datang dan 10 berangkat
2. Lion Air                        : 2 datang dan 2 berangkat
3. Batavia Air                   : 3 datang dan 3 berangkat
4. Sriwijaya Airlines          : 2 datang dan 2 berangkat
5. Indonesia AirAsia          : 3 datang dan 3 berangkat
6. Mandala Airlines           : 2 datang dan 2 berangkat

”Untuk jadwal penerbangan Minggu, 7 Nopember 2010, perlu kami sampaikan bahwa maskapai Indonesia AirAsia telah memutuskan untuk meniadakan penerbangan untuk rute Bandung – Medan – Kuala Lumpur dan Kuala Lumpur – Medan – Bandung,” pungkasnya. (roda kemudi)

Tuesday, November 2, 2010

Pemindahan Pesawat Lion di Supadio Tunggu Teknisi Maskapai

Hingga saat ini proses evakuasi pesawat Lion Air JT 712 tujuan Jakarta-Pontianak yang mengalami kecelakaan di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, masih berlangsung. PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara belum dapat menentukan kapan pastinya Supadio akan dibuka, meski Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah memberikan restu untuk memindahkan badan pesawat dari lokasi kejadian ke tempat yang tidak menganggu aktivitas penerbangan.

Pesawat Lion Air yang tergelincir di Pontianak
”KNKT memang sudah memberikan restu, tetapi kita (AP II) nggak berani main pindah-pindahkan pesawat dari TKP sebelum teknisi Lion Air selaku pemilik pesawat datang. Karena kalau terjadi apa-apa dengan pesawat kalau kita main pindahkan saja, kita bisa disalahkan dan dituntut mereka mengingat pesawat itu diasuransikan. Misalnya, kalau kita angkat tahu-tahunya gear box patah, kita pasti disuruh ganti. Sementara kalau untuk kesiapan peralatan evakuasi, kita sudah siap,” jelas Direktur Operasi dan Teknik AP II Salahudin Rafi, Selasa (2/11) petang.

Dijelaskan Rafi, dirinya telah menghubungi ketua KNKT Tatang Kurniadi terkait rencana evakuasi badan pesawat dari ujung runway Bandara Supadio. ”Pak Tatang sudah memberikan izin untuk memindahkan pesawat tanpa menunggu investigator KNKT. Syaratnya sebelum memindahkan pesawat, kita harus lebih dulu mengumpulkan sejumlah bukti yang dibutuhkan untuk proses investigasi, salah satunya black box. Tetapi masalahnya teknisi Lion Air sampai saat ini belum datang juga. Menurut informasi yang saya dapat, mereka akan sampai di Pontianak sekitar pukul  19.00 WIB,”  paparnya.

Dia menambahkan, 1.800 meter dari 2.250 landasan Supadio berstatus bebas dari imbas kecelakaan tersebut dan secara teknis bisa digunakan untuk lepas landas maupun pendaratan pesawat jenis Boeing 737-200.  Terlebih pula, posisi badan pesawat saat ini berada di tepian runway. ”Dengan 1.800 meter yang free, take off atau landing secara prinsip bisa dilakukan, dengan syarat bobot pesawat harus disesuaikan. Misalnya, maximum take off/landing weight-nya dikurangi. Tetapi, agar lebih aman, kita akan buka runway sampai statusnya sudah benar-benar clear. Dan, sekali lagi, itu bergantung pada teknisi Lion Air. Kalau kita sih penginnya buru-buru dibuka supaya penerbangan bisa cepat normal. Malam ini, kita upayakan pesawat bisa dipindahkan. Kalau soal apa penyebab pasti, kita juga tidak mau mengeluarkan pernyataan. Itu domainnya KNKT, bukan kita,” tegas Rafi.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua KNKT Tatang Kurniadi mengatakan bahwa dirinya telah memberikan izin dan rekomendasi kepada pengelola Bandara Supadio untuk memindahkan badan pesawat dari lokasi kejadian. Hal tersebut, katanya, agar tidak berkepanjangan dan menimbulkan kerugian yang lebih besar akibat terlalu lamanya bandara ditutup. ”Saya sudah koordinasi dengan Direksi AP II dan mengizinkan pesawat untuk dipindahkan sebelum investigator kami datang di lokasi. Yang penting, seluruh hal yang berkaitan dengan kepentingan investigasi diamankan dan dan didokumentasikan. Misalnya memotret seluruh lokasi sampai detail, mengamankan CVR dan FRD atau black box pesawat, serta menandai touch down point pesawat sebelum bablas keluar runway,” papar Tatang.

Namun, senada dengan Rafi, Tatang juga meminta agar proses pemindahan itu dikoordinasikan kembali dengan manajemen Lion Air mengingat status pesawat yang berada di bawah perlindungan asuransi. ”Bandara kita mau agar disterilitasi dulu secepatnya, untuk kepentingan keselamatan  penerbangan dan mengantisipasi kerugian yang lebih banyak. Tetapi, ya itu, biasanya pemindahan harus melibatkan pihak maskapai. Karena ini aset yang tidak murah harganya,” imbuh dia.

Tatang menambahkan, pihaknya tidak akan mengira-kira apa penyebab kecelakaan itu dengan mengeluarkan kesimpulan sementara sebelum proses investigas selesai dilakukan. ”Tapi intinya, pesawat itu mendarat kebablasan sampai keluar runway. Apa penyebabnya, kita lihat nanti berdasarkan seluruh barang bukti yang kita peroleh,” ujarnya. (roda kemudi)