Pages

Showing posts with label IOSA. Show all posts
Showing posts with label IOSA. Show all posts

Thursday, March 18, 2010

Mandala Kantongi Sertifikat IOSA

PT Mandala Airlines mengantongi sertifikat keselamatan penerbangan IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari International Air Transport Association (IATA).

IOSA adalah akreditasi keselamatan penerbangan yang diakui secara internasional bagi maskapai yang dinilai memenuhi standar keselamatan penerbangan global.

Menurut Presiden Direktur Mandala Diono Nurjadin, maskapai nya menjadi perusahaan penerbangan swasta pertama di Indonesia yang berhasil mendapatkan sertifikat tersebut.

"Sertifikat IOSA yang diberikan tahun ini, dan pencabutan larangan terbang ke Uni Eropa pada Juli 2009 lalu menunjukkan bahwa keselamatan penerbangan Mandala diakui dunia internasional," kata Diono, Kamis (18/3).

Sertifikasi IOSA dirancang IATA sebagai standar acuan melakukan evaluasi kepatuhan maskapai penerbangan dalam memenuhi kualitas dan standar keselamatan penerbangan.

Chief Operations Officer (COO) Mandala Stephen Wilks menambahkan, Mandala harus melalui serangkaian audit di bidang standar operasional, proses pengawasan dan sistem keselamatan.

"Analisa yang dilakukan auditor internasional independen dengan memeriksa lebih dari 900 standar operasional. Untuk mendapatkan sertifikat itu, maskapai harus memenuhi semua persyaratan IATA," katanya.

Diono menandaskan, keputusan Mandala untuk menggunakan pesawat Airbus telah mendukung maskapainya untuk bisa mendapatkan sertifikat tersebut. Karena setiap pesawat Airbus memiliki kualitas standar keselamatan dan sistem yang diperlukan untuk memenuhi syarat IOSA dan kriteria keselamatan Uni Eropa.(kontan)

Thursday, April 2, 2009

Pemerintah Respons IATA Loloskan Audit Seluruh Anggota

Departemen Perhubungan merespons positif pengumuman asosiasi maskapai penerbangan sipil internasional IATA (International Air Transport Association) yang menyatakan bahwa seluruh anggotanya dari seluruh penjuru dunia telah lolos audit keselamatan IOSA (IATA Operational Safety Audit).

Direktur Jenderal dan CEO IATA Giovanni Bisignani dalam pernyataan resmi yang dirilis 1 April 2009, menyatakan bahwa dengan demikian total 224 maskapai yang tergabung dalam organisasi itu telah mempunyai standar keselamatan yang sama. Dia berharap, keselamatan penerbangan global akan lebih terjamin dan jumlah kecelakaan penerbangan akan bisa lebih ditekan.

Tak hanya Giovanni, Pemerintah Indonesia khususnya Departemen Perhubungan juga sangat menyambut baik kabar gembira ini. Terlebih salah satu maskapai nasional, yakni Garuda Indonesia, juga ikut menerima sertifikat lolos audit keselamatan tersebut.

"Ini kabar yang sangat baik. Ini pengakuan yang nyata dari dunia penerbangan internasional bahwa maskapai Indonesia telah memenuhi standar keselamatan," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Perhubungan Bambang S Ervan di Jakarta, Kamis (2/4).

Bambang menambahkan, pemerintah berharap manajemen Garuda Indonesia tidak terbuai dengan keberhasilannya memeroleh sertifikat lolos audit keselamatan IATA tersebut. "Tetapi bisa mempertahankan apa yang didapat dan meningkatkan lagi kualitas keselamatan untuk memberikan pencitraan lebih baik lagi terhadap penerbangan nasional," ujarnya.

Tidak hanya Garuda, Bambang menambahkan, "Semua perusahaan penerbangan juga diharapkan tetap mempertahankan dan meningkatkan kinerja untuk meningkatkan keselamatan," imbuhnya.

Rasio kecelakaan penerbangan di dunia pada tahun 2008 adalah 0,81. Artinya, terjadi satu kecelakaan dari setiap 1,2 juta penerbangan. Sedangkan untuk anggota IATA, rasionya adalah 0,52 yang artinya terjadi satu kecelakaan untuk setiap 1,9 juta penerbangan.

IOSA adalah sistem audit keselamatan dari IATA yang dikembangkan dari sistem keselamatan penerbangan beberapa negara. Di antaranya diadopsi dari FAA, CASA, JAA dan Transport Canada. Untuk anggota IATA, audit ini gratis. Pada tahun 2009 ini, IATA telah menganggarkan USD 8 juta untuk mengaudit keselamtan penerbangan seluruh anggotanya.

Selain anggota IATA, IOSA juga telah diminati oleh 84 maskapai non-anggota. "Pada tahun ini kita juga menganggarkan 3 juta dolar AS untuk membangun kerjasama program keselamatan dengan 180 maskapai lain lagi di seluruh dunia," kata Bisignani dalam siaran persnya.

Satu-satunya maskapai Indonesia yang menjadi anggota IATA adalah Garuda Indonesia yang telah menyelesaikan audit IOSA-nya pada Juni 2008 lalu. Berbekal audit tersebut, Garuda sat ini tengah berjuang untuk dapat membuka larangan terbang yang diterapkan Uni Eropa bagi dunia penerbangan Indonesia. (roda kemudi)