Pages

Monday, June 29, 2009

Antisipasi Flu Babi, Pemeriksaan Pilot dan Awak Kabin di Bandara Diperketat

Untuk menekan penyebarluasan virus influenza A H1N1 (flu babi) di Indonesia melalui jalur transportasi udara, pemerintah melalui Departemen Perhubungan meningkatkan intesivitas pemeriksaan kesehatan para pilot dan awak pesawat.

Pemeriksaan ketat kepada pilot dan awak kabin ini diutamakan pada bandara-bandara internasional dengan menggunakan body scanner. pengecekan dilakukan sebelum mereka meninggalkan bandara. Salah satu bandara internasional yang tengah intensif melakukan upaya tersebut adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Banten.

Kepala Administrator Bandara Soekarno-Hatta Edward A. Silooy mengatakan, dalam melakukan ativitas tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Departemen Kesehatan. Menurutnya, pengetatan pemeriksaan tersebut dilakukan menyusul ditetapkannya salah seorang pilot maskapai nasional mengidap virus tersebut.

"Kami mewajibkan pilot dan awak kabin maskapai yang telah penerbangan dari luar negeri untuk melalui body scanner sebelum mereka keluar dari bandara," jelasnya, di Jakarta, Senin (29/6).

Dijelaskan Silooy, pilot dan awak kabin sangat rentan dan berpeluang besar menjadi media penyebaran virus yang tengah membuat sibuk dunia kesehatan intersional tersebut di Indonesia. Terutama pilot-pilot dan awak kabin yang melayani penerbangan luar negeri.

"Ini untuk antisipasi merebaknya virus dari pilot dan awak kabin. Mereka sangat rentan oleh virus flu babi. Pengetatan pemeriksaan kesehatan ini akan kita lakukan terus menerus untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut," sambungnya.

Baru-baru ini Departemen Kesehatan merilis, seorang pilot maskapai nasional positif mengidap virus A H1N1. Sebelum sakit, pada 14 Juni 2009, pilot tersebut melakukan penerbangan ke Perth, Australia. Kemudian 18 Juni 2009, dia bertugas ke Hong Kong. (roda kemudi)

Wednesday, June 10, 2009

Jembatan Suramadu Resmi Dibuka Presiden SBY

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono resmi membuka jembatan nasional Surabaya-Madura (Suramadu), Rabu (10/6) pukul, 11.00 WIB. Dalam sambutannya Presiden mengatakan, jembatan Suramadu adalah yang terpanjang di Indonesia dan menjadi sejarah, dan impian bangsa yang sudah tercapai.

"Hari ini bangsa Indonesia mengukir sejarah, sebagai hasil karya anak bangsa dan ini akan menguntungkan rakyat Indonesia," kata Presiden Yudhoyono.

Jembatan yang menghubungkan antara Surabaya-Madura (Suramadu) menelan dana sekitar Rp 4,5 triliun dengan panjang 5,4 kilometer. Pendanaan untuk proyek jembatan terpanjang di Indonesia tersebut berasal dari APBN, serta pinjaman dari pemerintah Cina. Jembatan sepanjang 5,4 kilometer ini menghubungkan dua pulau.

Ke depan lanjut presiden, pembangunan akan terus dilakuklan di seluruh tanah air, seperti jalan lintas di pulau-pulau terpencil, pembangunan jalan akses, kereta api, pelabuhan laut dan perikanan di beberapa daerah lainnya.

”Dengan dibangunannya jembatan ini, diharapkan akan membangun masyarakat dan Insya Allah akan lebih maju, tetapi dengan catatan tidak merusak karakter masyarakat Madura-Surabaya yang religius, Islami, dan kerukunan. Manfaatkan jembatan ini, jaga dan rawat dengan baik, agar segala sesuatunya lebih mudah dan lebih cepat,” tutur Presiden.

Penghubung Ekonomi & Budaya
Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam sambutan peresmian jembatan nasional Surabaya-Madura (Suramadu) mengatakan, melalui dibangunnya jembatan diharapkan dapat membangun ekonomi dan budaya masyarakat antara Madura-Surabaya.

"Kami berharap, jembatan ini akan terintegrasi, terencana untuk membangun sistem perdagangan barang dan penumpang secara terpadu," kata Soekarwo.

Soekarwo mengatakan, selain akan memudahkan masyarakat dalam hal akses, juga jembatan terpanjang di Indonesia ini akan menjadi ikon bangsa Indonesia.

Dengan demikian segala penataan ruang wilayah antara Surabaya-Madura segera terwujud. "Yang jelas ini akan menjadi potensi besar bagi wisata wilayah Surabaya dan Madura," tutur Soekarwo.

Tarif Berlaku Setelah Uji Coba

Tarif penyeberangan tol di lintasan Jembatan Suramadu ditetapkan pemerintah sebesar Rp Rp 30.000 per kendaraan, untuk jenis kendaraan roda empat golongan 1. Sedangkan untuk kendaraan roda dua, dikenakan Rp 3.000 per kendaraan.

Demikian diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam sambutan peresmian Jembatan Suramadu. Menurut Djoko, tarif tersebut mulai berlaku sekitar sebulan setelah masa uji coba dilakukan. Selama 18 bulan ke depan, pengelolaan tol Suramadu akan dikelola PT Jasa Marga (Persero).

Tarif tersebut relatif jauh lebih rendah dibandingkan tarif penyeberangan feri di lintasan Dermaga Ujung-Kamal. Untuk jenis kendaraan roda empat, tarif peneberangan feri yang dipatok sebesar Rp 65.000 per unit, sementara untuk sepeda motor sebesar Rp 5.800 per unit.

Untuk pengerjaan proyek tersebut, dikerahkan sedikitnya 3.500 tenaga kerja, dengan material 430 ribu ton beton dan 50 ribu ton baja. Material baja untuk konstruksi jembatan utama Suramadu diproduksi oleh Baosteel Group and Shougang Company Ltd. Kemudian bahan tersebut difabrikasi menjadi komponen jembatan oleh Jiangnan Heavy Industri Co. Ltd. Peruahaan tersebut adalah perusahaan baja terbesar di China yang berdiri sejak 1865.

Pabrik baja ini memiliki pengalaman dalam pembuatan baja untuk industri, kapal, militer dan komponen jembatan bentang panjang di dunia. Baja yang merupakan baja dengan kualitas tinggi dan memiliki spesifikasi khusus. Sebelum langsung dipasang pada bentang tengah, komponen tersebut juga masih dirakit di lokasi Casting Yeard di Gresik.

Sejarah pembangunan bentang tengah dimulai sekitar empat tahun lalu, yaitu tanggal 19 November 2005. Di mana saat itu dilakukan ”Start Up Ceremony Main Span Project Of Suramadu Bridge” di Surabaya oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Sekarang, bagian tersulit dari jembatan tersebut telah tersambung. (roda kemudi)

Tuesday, June 9, 2009

Mandala Sediakan Fasilitas Pembayaran PayPal

Untuk memberikan kemudahan bagi penumpang Mandala yang berdomisili di luar negeri, Mandala melakukan kerja sama dengan PayPal untuk transaksi pembayaran tiket Mandala. Dengan adanya kerjasama ini, penumpang Mandala yang berdomisili di luar negeri, dapat langsung memesan dan membayar tiket Mandala melalui situs Mandala di www.mandalaair.com.

PayPal merupakan perusahaan online yang menyediakan jasa transfer melalui surat elektronik seperti email ataupun website. Dengan menggunakan fasilitas pembayaran PayPal, penumpang Mandala yang berdomisili di luar negeri dapat melakukan pembayaran dengan sumber dana yang ada di negaranya masing-masing.

Fasilitas PayPal ini membuat para penumpang Mandala dapat menyelesaikan transaksi pembayaran hanya dengan menggunakan username (alamat email) dan password untuk account PayPal. Dengan fasilitas PayPal ini, calon penumpang Mandala tidak perlu memasukkan nomor kartu kredit dan bisa membayar langsung dari bank account atau dari PayPal account, sementara sumber dananya bisa dari kartu kredit, bank transfer ataupun electronic check.

Presiden Direktur Mandala Airlines, Diono Nurjadin, mengatakan bahwa sistem pembayaran ini memberikan kemudahan, kenyamanan dan sekaligus keamanan bagi penumpang Mandala. "Dengan fasilitas PayPal ini, pelanggan Mandala dapat melakukan transaksi dengan hanya membuka website Mandala. Selain itu, sistem ini sangat aman terhadap penyalahgunaan (anti-fraud) dan merupakan salah satu sistem yang tercanggih yang ada di pasaran," ujar Diono.

Diono melanjutkan bahwa seluruh fasilitas ini merupakan komitmen Mandala dalam memberikan kemudahan pemesanan dan pembayaran (easy book & easy pay). "Dengan PayPal, penumpang Mandala yang berdomisili di luar negeri yang sebelumnya harus menelpon langsung ke call center untuk melakukan verifikasi kartu kreditnya, saat ini dapat langsung menggunakan website,” tambahnya.

Saat ini penumpang Mandala yang melakukan pemesanan tiket melalui website telah melakukan pembayaran melalui ATM serta pembayaran on-line melalui kartu kredit Visa dan Master. Dari total penumpang yang booking tiket Mandala melalui website terdapat 50 persen pembayaran dilakukan dengan kartu kredit sisanya dengan pembayaran ATM.

Dengan diterapkannya sistem pembayaran melalui PayPal maka Mandala mentargetkan penambahan 20 persen sampai 25 persen penumpang Mandala akan menggunakan fasilitas pembayaran on-line yang tentunya sangat memudahkan penumpang.

Sistem pembayaran ini merupakan tambahan sistem pembayaran yang telah ada di Mandala yaitu melalui ATM Bank BNI, Mandiri, BII, BRI, Permata dan Bank Panin. Selain itu, tiket Mandala dapat pula dibayar via SMS banking ataupun internet banking. (roda kemudi)

Pengecekan KRL di Dipo Depok Abaikan Prosedur

Direktur Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan Tundjung Inderawan menemukan fakta bahwa proses pengecekan Kereta Rel Listrik (KRL) pra-operasi di Dipo Depok, Jawa Barat, tidak dilakukan sesuai prosedur.

Kenyataan itu diketahui Dirjen Tundjung saat melakukan inspeksi mendadak di fasilitas yang menampung 10 set KA (terdiri atas empat KA Ekspres AC dan enam KA Ekonomi) tersebut, Selasa (9/6). Inspeksi tersebut dilakukan Dirjen bersama sejumlah stafnya sejak pukul 05.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB.

”Ternyata, setiap set kereta di sini, tidak ada pengecekan manual harian. Sehingga setiap kereta yang berangkat seperti 'kucing dalam karung' safety-nya," kata Dirjen Tundjung di sela inspeksi.

Dirjen Tundjung sempat mengecek Kereta Api (KA) 300 KRL Bojong Ekspres yang keluar dari dipo pukul 05.30 WIB. Suwarno, masinis KA tersebut, kepada Dirjen menjelaskan bahwa pengecekan secara prosedural dan runtun sebelum operasi berdasarkan formulir pemeriksaan (manual check sheet) tidak pernah dilakukan.

”Tak ada checksheet, Pak. Hanya laporan teknis umum saja,” aku Suwarno polos kepada Dirjen. Suwarno juga diam seribu bahasa ketika Dirjen menanyakan apakan tekanan rem kereta yang akan dioperasiaknnya sudah sesuai standar yang ditetapkan.

Hal senada diungkapkan Kepala Ruas Los Depo Depok Subagiyo. Subagiyo mengakui, pengecekan fisik secara manual sesuai standar dan butir-butir yang ditekankan pada manual checksheet tidak pernah dilakukan. ”Dari dulu memang sudah begini,” terang Subagiyo, menjawab Dirjen Tundjung.

Subagiyo lantas mepaparkan bahwa untuk mengecek daya cengkeram rem, masinis biasanya hanya memaju-mundurkan kereta satu hingga dua meter dan mengeremnya secara mendadak. Sementara prosedur pengecekan perangkat pengereman yang mesti dilakukan menurut checksheet harian KRL, terdiri dari dua langkah. Yaitu pemeriksaan visual dan pemeriksaan fungsi kerja.

Pada pemeriksaan secara visual, pengecekan unit pengereman meliputi pengecekan rem blok/adjuster dan kedudukan kran. Kemudian menurut prosedur pengecekan fungsi kerja, proses pemeriksaan rem meliputi pengetesan katup rem (brake valve), pengetesan katup rem darurat (emergency valve/SOS), pengetesan rem tangan (parking brake), dan mengecek fungsi kerja Deadman.

Secara menyeluruh prosedur pemeriksaan kondisi visual dalam checksheet harian KRL meliputi 10 item utama. Antara lain meliputi pemeriksaan Pantograph, Perangkat Bogi (2 item), Unit Pengereman (2 item), Unit Tenaga (6 item), Kompresor (5 item), MG (2 item), Kunci dan Tutup BOks (5 item), Antar-Gerbong (5 item), Eksterior (3 item), serta Interior (3 item).

Kemudian untuk pengecekan fungsi kerja, jumlah item yang wajib diikuti meluputi 12 prosedur. Pemeriksaan fungsi kerja itu terfokus pada perangkat-perangkat KRL yang memiliki fungsi gerak mekanis serta komponen kelistrikan, yang metode pengecekan kesemuanya tidak dilakukan dengan cara mengira-kira maupun komulatif.

Kepala Depo Traksi Depok Dody Heryadi yang datang menjelang selesainya inspeksi, tak bisa mementahkan apa yang telah dipaparkan stafnya kepada Dirjen Tundjung. Terlebih ketika objek inspeksi bergeser menuju ruangannya. Dia tidak ia pun tidak mampu menunjukkan checksheet harian KRL yang dimaksudkan Dirjen. Dody pun akhirnya mengakui bahwa dirinya tidak mengetahui tentang keberadaan checksheet tersebut.

90 Persen KA Tak Laik Operasi

Dody juga mengakui bahwa realisasi pengadaan suku cadang setiap kereta berjalan lambat, meski pengajuan diusulkan secara periodik. Kondisi inilah yang memaksa para teknisi untuk melakukan ”kanibalisasi” pada proses perbaikan, yaitu dengan memindahkan suku cadang dari satu kereta ke kereta lain.

”Jika disesuaikan regulasi, sebenarnya sekitar 90 persen KA di Dipo Depok ini tak laik operasi,” ujar Dody, menjawab wartawan. ”Kondisi sarana KA sering tak lengkap, itu biasa. Seperti speedometer tak jalan dan tekanan rem yang tak jelas," sambung Sutisno, masinis.

Sutisno menambahkan, jika mengikuti pada aturan yang berlaku, sebenarnya dia bisa menolak untuk mengoperasikan KA dengan kondisi yang tidak sesuai dengan standar kelaikan tersebut. ”Tetapi, kalau itu dilakukan, bagaimana pelayanan nantinya,” ujarnya diplomatis.

Melihat fakta-fakta yang ada, Dirjen Tundjung berkesimpulan bahwa kondisi serupa tidak menutup kemungkinan juga terjadi di dipo-dipo KA lain, seperti di Dipo KRL Bukit Duri, Manggarai, Dipo KRL Bogor dan Dipo KRL Bekasi.

Di akhir sidak, Tundjung menjelaskan, inspeksi yang dilakukannya tersebut merupakan bagian dari program pemetaan untuk meningkatkan faktor keselamatan KA. ”Setelah dipetakan, nantinya akan disinkronisasi dalam regulasi. Mulai dari Peraturan Pemerintah (PP) tentang Lalu Lintas dan Angkutan KA, lalu diteruskan ke sejumlah keputusan menteri dan instruksi dirjen,” ujarnya. (roda kemudi)

Friday, June 5, 2009

Dephub Bekukan Sertifikat Masinis KA 523

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan membekukan sementara sertifikat kompetensi Supriyanto, masinis KA 523 KRL Ekonomi Bogor-Jakarta yang menabrak KA 265 Depok Ekspress di Blok 202 perlintasan antara Stasiun KA Tebet-Manggarai, Jumat (5/6) pagi.

”Karena menurut penyelidikan sementara, kecelakaan diduga kuat bukan karena masalah teknis. Tetapi terjadi akibat pelanggaran yang dilakukan masinis,” jelas Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan dalam jumpa pers di kantornya, Jumat petang.

Ditegaskan Tundjung, pernyataannya itu juga sebagai klarifikasi atas pernyataan pihak manajemen PT Kereta Api yang menyebutkan bahwa kecelakaan terjadi akibat adanya gangguan pada sistem pengereman.

”Berdasarkan pemeriksaan teknis sementara dan olah TKP yang dilakukan penyidik PPNS, diketahui bahwa tidak ada bukti adanya rem blong. Analisis sementara, masinis KA 523 langgar sinyal blok dan batas kecepatan,” sambung Tundjung.

Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana Ditjen Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko menambahkan, dugaan kuat bahwa kecelakaan akibat kelalaian masinis tersebut diperoleh berdasarkan sejumlah bukti-bukti teknis yang diperoleh di lapangan.

Bukti pertama, pada rekaman terakhir monitoring sinyal dan pergerakan KA di rute tersebut, misalnya, diketahui bahwa lampu blok 202 yang dilalui KA 523 dalam kondisi berwarna merah. Itu artinya di blok 202 tersebut masih ada KA yang berhenti, yaitu KA 265 Depok Ekspres.

”Seharusnya dia (masinis KA 523) tidak melanggar sinyal dan masuk ke blok itu. Pada akhirnya, dia tidak sempat melakukan pengereman maksimal dan menabrak KA yang di depannya,” jelas Hermanto.

Bukti kedua yang menegaskan bahwa tidak terjadi masalah pada pengereman, lanjut dia, adalah tingkat kerusakan ringan akibat tubrukan baik pada bagian depan KA 523 maupun bagian belakang KA 265. Selain itu seluruh roda kedua KA tersebut juga tetap pada posisinya, tidak anjlok keluar dari rel.

”Kalau benar-benar remnya blong, bagian depan KA yang menabrak pasti rusak berat karena menabrak KA yang berhenti, dan kereta bisa keluar rel. Tetapi ini tidak, hanya kacanya saja yang pecah akibat benturan. Ini bukti bahwa dia sempat melakukan pengereman untuk mengurangi efek benturan,” papar Hermanto sambil menunjukkan gambar bagian depan KA 523 yang utuh pada monitor peraga.

Hasil pemeriksaan lainnya menyebutkan, penyidik PPNS tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas dilakukannya pengereman darurat oleh masinis bersangkutan di sepanjang lintasan yang dilalui. Sedianya, berdasarkan prosedur, pengereman darurat wajib dilakukan masinis ketika terjadi rem blong.

”Kalau dilakukan, bekasnya pasti terlihat, akibat pengereman darurat rel pasti akan tergerus. Tetapi setelah kita telusuri hingga sepanjang 500 meter, tidak ada bekas-bekasnya sama sekali. Itu berarti tidak ada pengereman darurat yang dilakukan masinis sebagai solusi terakhir ketika remnya blong,” lanjutnya.

Di sisi lain, laporan yang menyatakan bahwa rem blong tersebut dilakukan masinis telah peristiwa kecelakaan terjadi. ”Seharusnya dia melaporkan rem blong sebelum kejadian. Itu standar operasinya,” pungkas Hermanto, seraya menegaskan bahwa kondisi KA 523 yang menjalani pemeriksaan di Balai Yasa Perhubungan pada 2008 tersebut dalam keadaan laik operasi.

Atas kelalaiannya itu, Supriyanto terancam pidana kurungan 1 tahun penjara karena diduga melanggar pasal 206 Undang-undang 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian karena mengoperasikan sarana dengan tidak mematuhi Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), serta sinyal atau tanda.

Hermanto menambahkan, hingga saat ini, faktor kelalaian manusia masih mendominasi kecelakaan kereta api di Indonesia. Sepanjang tahun 2008, sebanyak 33 persen kecelakaan disebabkan SDM operator. ”Kecelakaan yang diakibatkan prasarana seperti anjlok atau rel patah, relatif mengalami penurunan. Itu karena selama ini upaya perbaikan terus dilakukan Departemen Perhubungan,” pungkasnya.

Tabrakan antara KA 265 Depok Ekspress dengan KA 523 KRL Ekonomi Bogor-Jakarta, terjadi di perlintasan antara Stasiun KA Tebet-Manggarai di KM 11+200, Jumat (5/6) pukul 07.45 WIB.

Tidak ada korban jiwa pada kecelakaan ini, namun empat penumpang di antaranya mengalami luka ringan. Mereka terdiri dari dua penumpang, yaitu Amanah (80 tahun) dan Soleh (75 tahun), serta dua pegawai kontrak PT KA, Wawan (23 tahun) dan Purwanto. (roda kemudi)