Pages

Wednesday, November 26, 2008

Tekan Operasional, Garuda Efisiensikan Penggunaan BBM

Terus melorotnya harga minyak bumi dunia yang mencapai level US$ 50 per barrel, menjadi kabar baik baik industri penerbangan. Namun, terus melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika memberikan dilema tersendiri bagi maskapai untuk menarik keuntungan dari perubahan harga minyak dunia.

”Harga minyak turun tetapi kalau dolarnya naik terus, ya, susah juga buat kita,” ujar Direktur Operasi Garuda Indonesia Ari Sapari usai penandatanganan MoU kerja sama layanan SMS Crew dengan operator seluler Telkomsel di Hotel JW Marriot, Rabu (26/11).

Ari beralasan, mengingat banyaknya komponen biaya operasional yang dihargai dengan dolar Amerika, membuat pihaknya perlu menyusun strategi menurunkan biaya operasional. Salah satunya adalah menekan penggunaan bahan bakar avtur hingga 3 persen pada 2009.

”Kalau meilhat angkanya, tiga persen memang kecil. Tetapi eksesnya lumayan besar. Karena dalam komponen struktur operasional Garuda, penggunaan BBM paling besar, mencapai 48 persen,” ujar dia.

Menurut Ari, dalam setahun, Garuda mengkonsumsi sedikitnya 900 juta liter avtur. ”Jika dikalikan 3 persen, berarti kita sudah melakukan efisiensi sekitar 27 juta liter. Ini angka yang signifikan,” jelasnya.

Selain menekan penggunaan BBM, lanjut Ari Sapari, strategi lain yang bakal diterapkan Garuda adalah melakukan efisiensi terkait masalah teknis untuk mendukung upaya pengefisiensian bahan bakar. Di antaranya, mengevaluasi penentuan rute, cara menerbangkan pesawat, serta mendisiplinkan penumpang dalam hal pengaturan bagasi.

Ditanya apakah upaya pengefisiensian penggunaan bahan bakar tersebut akan mendorong Garuda menurunkan fuel surcharge, Ari mengatakan, ”Kita ikut sama aturan regulator,” ujarnya singkat. (roda-kemudi)

No comments: