Pages

Tuesday, April 28, 2009

Operator Busway Ancam Mogok

Operator busway koridor II dan VII mengancam akan mogok operasi bila Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta tidak membayar kilometer minimal pelayanan (KMP) untuk bulan Maret yang jumlahnya mencapai Rp 28 Miliar.

Operator yang mengancam untuk mogok operasi adalah, Transbatavia, konsorsium pengadaan dan pengelolaan busway koridor II Pulogadung-Harmoni dan koridor III Kalideres-Harmoni.

Kemudian Jakarta Trans Metropolitan seperti, Mayasari Bhakti, PPD, dan Steady Safe, sebagai operator Koridor IV dan VI, serta konsorsium Jakarta Mega Trans seperti, Mayasari Bhakti, PPD, Steady Safe, dan Pahala Kencana, sebagai operator Koridor V dan VII dengan bus Transjakarta.

Buruknya kinerja BLU Transjakarta membuat operator Koridor II – VII menyatukan langkah untuk mendesak organisasi tersebut agar menjalankan perjanjian kerja sama (PKS) yang telah disepakati. Keterlambatan pembayaran oleh BLU membuat operator mengalami defisit sebesar 25 persen.

Seperti yang dikutip dari Situs milik pemerintah, Selasa 28 April 2009, Direktur Keuangan Transbatavia Surachmat, mengatakan, bulan Maret ini, BLU Transjakarta belum membayaran KMP yang mencapai Rp 28 miliar. Terhitung September 2008 hingga April 2009, BLU Transjakarta juga selalu terlambat membayarkan KMP.

Sementara itu, dalam dua pekan terakhir banyak pengguna Bus Transjakarta juga mengeluhkan pelayanan busway yang menurun drastis akibat kebijakan Badan Layanan Umum Bus Tranjakarta yang menunda bus di terminal awal pemberangkatan.

Direktur Operasi Trans Batavia, Jabes Sihombing mengatakan, jumlah bus yang ada di terminal awal keberangkatan ditahan selama 10 menit hingga penumpang penuh. Sehingga kapasitas angkut tak mampu mengimbangi penumpukan penumpangan.

Penggunaan teknis pengaturan kerangkatan di terminal pemberangkatan sampai bus penuh membuat pengguna busway di halte berikutnya relatif tidak terangkut. (vivanews)

No comments: